Popular Post

Popular Posts

Recent post

Archive for November 2013

Nama : Laurentius Ivan T
No : 16

Kegiatan Live In yang diadakan oleh Santa Maria Malang, diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2013. Kegiatan Live In diadakan di Desa Peniwen, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang. Kegiatan Live In diadakan selama 3 hari 2 malam. Live In yang diadakan memiliki tema “Doctors Three” yang artinya Do Care to Others Through Experiencing Education. Dengan tema tersebut kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan pada siswa siswi untuk dapat peka dan tanggap terhadap sesame. Selain itu, melalui kegiatan ini siswa siswi diajak untuk bisa saling membantu dan peduli terhadap sesama. Siswa siswi juga di ajak untuk bisa hidup secara sederhana dengan masyarakat sekitar.

Pada kegiatan Live In ini saya bertempat tinggal di dusun kampung tengah, di rumah Ibu Yayun. Ibu Yayun memiliki sebuah took di dusun kampong tengah. Pada hari pertama tinggal di rumah Ibu Yayun saya diajari cara memetik buah jambu yang sudah matang. Pada sore hari, saya dan teman teman juga membantu kedua orang tua asuh saya untuk menyiapkan doa lingkungan bersama dengan masyarakat kelompok 2 dusun kampong tengah. Pada malam hari saya ikut serta bersama keluarga mengikuti doa lingkungan bersama bersama masyarakat sekitar.

Pada hari kedua, saya mengikuti kegiatan out bond yang diadakan oleh panitia kegiatan Live In. Kegiatan out bond yang saya ikuti ini sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman yang indah. Dalam kegiatan out bond ini terdapat 5 pos, yaitu tempat untuk bermain bersama sesame anggota kelompok guna meningkatkan kekompakan anggota kelompok. Kegiatan out bond ini berjalan dengan sangat baik dan menyenangkan. Setelah kegiatan out bond selesai, saya dan seluruh teman teman mengikuti kegiatan makan bersama di tengah sawah. Setelah kegiatan makan bersama ini saya kembali ke rumah orang tua asuh saya untuk persiapan pulang, sebab pada hari Sabtu nanti saya akan mengikuti lomba. Tetapi saya telah bersyukur masih dapat merasakan serunya mengikuti kegiatan Live In.

Kegiatan Live In yang saya ikuti ini telah memberikan banyak manfaat bagi saya. Melalui kegiatan ini saya telah belajar banyak hal mengenai hidup sederhana dan mandiri. Melalui kegiatan Live In ini saya semakin kompak bersama dengan teman teman saya. Semoga kegiatan Live In ini masih dapat terus di adakan pada tahun tahun kedepan, sebab kegiatan ini telah memberikan banyak pelajaran hidup yang baik bagi masa depan.

Live In oleh Laurentius Ivan T -XIA2- 16

Nama : Yuliana Kristanti
No : 33

Pada tanggal 31 Oktober-2 Nove
mber SMAK Santa Maria Malang mengadakan kegiatan live in untuk seluruh siswa kelas 11. Kegiatan live in tahun ini diadakan di Desa Peniwen, Kec. Kromengan. Kegiatan live in tahun ini bertemakan “DOCTORS THREE” yang merupakan singkatan dari Do Care to Others Through Experiencing Education yang dalam bahasa Indonesia berarti peduli kepada sesama melalui pengalaman hidup. Dalam kegiatan live in ini kita belajar untuk peduli kepada sesama terutama kepada orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita. Selain itu, kita belajar dan memperoleh pendidikan lewat pengalaman hidup yang kita jalani. Kegiatan live in ini sangat bermanfaat karena dapat mengembangkan karakter kita, terutama dapat mengembangkan kepekaan kita terhadap sesama.

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 31 Oktober adalah sebagai berikut

06.55-08.30 Misa

08.30-09.30 Final Briefing

09.30-10.00 Persiapan berangkat

10.00-11.30 Perjalanan menuju tempat live in

11.30-12.30 Perkenalan tentang Desa Peniwen dan program gereja

12.30-13.00 Makan siang

13.00-14.00 Penjelasan program dan tata tertib

14.00-15.00 Distribusi homestay

15.00-18.30 Berinteraksi dan mengenal keluarga

18.30-20.00 Petuwen (Doa setempat)

20.00-21.00 Berinteraksi-Istirahat



Pada hari pertama live in, sebelum berangkat menuju Desa Peniwen seluruh siswa SMAK Santa Maria mengikuti misa untuk memohon keselamatan bagi siswa-siswi kelas 11 dalam mengikuti kegitan live in. Setelah misa, acara dilanjutkan denganunt briefing kemudian foto per kelas bersama dengan wali kelas. Pukul 09.30 kami bersiap-siap uk berangkat, sebelum berangkat kami dibagikan snack dan buku live in sebagai panduan susunan acara dan sebagai refleksi. Kami berangkat menggunakkan truk tentara, dan ada 7 truk. Sehingga kami dibagi menjadi 7 kelompok truk.

Selama perjalanan kami saling mengobrol di truk bercanda gurau bersama. Satu setengah jam kemudian kami sampai di Peniwen, kami berkumpul di GKJW Peniwen. Sesampainya di sana kami disambut ramah oleh penduduk setempat. Di dalam gereja kami mendapat penjelasan tentang Desa Peniwen dan program gereja, lalu kami makan siang bersama. Setelah selesai makan siang kami diberi penjelasan program dan tata tertib. Setelah itu, kami pergi ke rumah homestay. Di Desa Peniwen hanya 3 dusun yang digunakan untuk homestay yaitu Dusun Kalongan, Kampung Tengah, dan Putukrejo. Selain itu, kami juga dibagi dalam kelompok-kelompok live in untuk menempati rumah homestay. Saya satu kelompok dengan Yola, Vian, dan Yessi. Kami mendapat rumah homestay di Dusun Kalongan

Sesampai di rumah homestay saya beserta teman-teman disambut ramah oleh keluarga tersebut. Di rumah yang kami tinggali hanya terdiri dari 2 orang yaitu Bu Arum pemilik rumah dan Mak Ning. Bu Arum menderita penyakit stroke sehingga beliau hanya bias berbaring di tempat tidur dan Mak Ning yang merawat dan membantu Bu Arum. Setelah berkenalan, kami menata barang bawaan. Ketika hari sudah sore kami membantu Mak Ning memasak untuk makan sore. Setelah masakan kami sudah matang, kami berempat makan, lalu kami bergantian untuk mandi.

Setelah itu kami bersiap-siap untuk mengikuti petuwen pada pukul 18.30. Petuwen adalah doa yang dilakukan setiap hari Kamis. Dalam petuwen kami mendapatkan penerangan iman. Setelah petuwen selesai, umat yang datang mendapatkan santapan malam. Setelah itu kami pulang. Di rumah, kami menemani Mak Ning mengobrol dan menonton TV, hari semakin larut dan kami pun pergi tidur.

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 1 November adalah sebagai berikut

04.00-07.30 Bangun dan membantu kegiatan sehari-hari

07.30-13.00 Outbond

13.00-17.30 Interaksi dengan anggota keluarga

17.30-21.00 Sarasehan

21.00-22.00 Api unggun

22.00- Istirahat



Pada hari kedua, kami berempat bangun pukul 4 pagi. Lalu kami membantu Mak Ning memasak, kami membagi tugas satu sama lain. Saya juga menyapu rumah dan teras depan. Lalu saya dan Yessi juda memberi makan ayam, sambil menunggu masakannya matang. Setelah matang, kami sarapan lalu berbincang-bincang sebentar di teras depan. Kemudian kami bergantian mandi dan bersiap-siap menuju gereja untuk mengikuti outbond.

Setelah sampai di gereja, kami baris sesuai dengan kelompok outbond. Kemudian kami mendapat tugas untuk membuat yel-yel per kelompok. Kami berangkat dari kelompok 1 kemudian disusul kelompok 2. Saya masuk dalam kelompok 5. Kami melewati jalan setapak, lalu kami juga melewati pematang sawah. Di sekeliling kami terbentang sampah yang luas dan hijau. Di outbond terdapat 5 pos pemberhentian, dan setiap pos terdapat game yang harus kami kerjakan. Setelah melewati 4 pos dan berjalan cukup jauh, walaupun melelahkan tetapi pemandangan yang ada di sekeliling sungguh indah dan asri. Kami sampai di pos 5 yang merupakan pos terakhir dan pos untuk istirahat. Setelah semua kelompok sampai di pos 5, kami menyantap makan siang yang sudah disediakan. Lalu kami pulang ke rumah homestay masing-masing.

Di rumah homestay, saya beristirahat sambil menunggu teman-teman yang lain pulang. Lalu kami beristirahat sambil berbincang-bincang ringan. Karena habis outbond, badan terasa panas dan kotor maka kami bergantian mandi. Hari sudah sore dan kami membantu Mak Ning memasak untuk makan sore. Setelah itu kami makan dan bersiap-siap pergi ke gereja untuk mengikuti sarasehan. Sarasehan adalah pencerahan iman khusus remaja, sehingga kami bergabung dengan remaja-remaja Peniwen. Setelah sarasehan selesai acara dilanjutkan dengan api unggun. Setiap kelas menampilkan pertunjukan yang menghibur. Acara sudah selesai dan hari sudah larut malam, kami pun pulang ke rumah homestay masing-masing dan beristirahat

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 2 November adalah sebagai berikut

04.00-07.00 Kegiatan sehari-hari

07.30-10.00 Kegiatan sehari-hari dan packing

10.00-11.30 Ramah tamah

11.30-12.30 Makan siang

12.30- Pulang



Pada hari ketiga kami bangun agak kesiangan karena acara kemarin benar-benar padat dan melelahkan. Tetapi kami tetap membantu Mak Ning memasak dan menyapu rumah. Setelah itu, kami makan lalu bersantai di teras depan. Setelah puas, kami bergantian mandi. Selesai mandi, kami pun packing dan mengucapkan perpisahan dengan Mak Ning serta mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik selama live in dan juga meminta maaf bila ada kesalahan. Lalu kami menuju gereja, di gereja kami beramah tamah dengan perwakilan Peniwen. Kemudian kami makan siang sambil menunggu truk datang, setelah truk datang kami pun pulang ke Malang.

Selama live in, saya menjadi sadar bahwa hidup yang saya miliki sekarang lebih dari cukup. Saya bersyukur atas berkat yang telah Tuhan berikan kepada saya, karena di luar sana masih banyak orang yang hidupnya kekurangan dan kurang beruntung. Selain itu, saya bersyukur atas alam yang telah Tuhan berikan dengan cuma-cuma dan dapat memenuhi kebutuhan kita. Selain itu, saya belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain terutama dengan orang-orang baru. Saya juga belajar dari masyarakat Peniwen tentang kerja keras, rasa kekeluargaan dan gotong royong. Live in selama 3 hari benar-benar berkesan bagi saya dan sangat bermanfaat.

Live In oleh Yuliana Kristanti -XIA2- 33

Nama : Sri Widayanti
No :  29

Pada 31 Oktober sampai dengan 2 November kami mengadakan kegiatan Live In. Yang pada tahun 
ini mengangkat tema “DOCTORS 3”. DOCTORS 3 kependekan dari Do Care To Others Through Experiencing Education. Dengan tema ini diharapkan kegiatan Live In pada tahun ini para siswa dapat memberikan kepeduliannya terhadap sesama dan dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat belajar melalui pengalaman yang mereka rasakan selama 3 hari 2 malam di Desa Peniwen. Menurut saya tema Live In pada tahun ini baik, dengan tema itu kami sebagai siswa harus dapat peduli dan merasa sama rasa dengan masyarakat di Desa Peniwen. Dengan tema ini kami dapat mengerti tujuan diadakannya kegiatan ini. Saya mencoba untuk menggali banyak pengalaman dari kegiatan ini, dan saya sadar bahwa pengalaman merupakan guru yang terbaik bagi kita. Dengan diadakan kegiatan ini, saya menjadi lebih mengerti dan ingin menghargai pemberian yang telah Dia berikan kepada kita. Dan saya sadar masih banyak yang tidak seberuntung saya. Kegiatan ini sangat berguna bagi saya, meskipun dalam prosesnya terkadang saya juga merasa sebal.
            Susunan Acara
Hari ke-1
Waktu
Urutan Kegiatan
06.55-07.30
Doa Rosario
07.30-09.00
Misa Penutupan Rosario dan Berkat untuk Live In
09.00-09.45
Breefing singkat tentang Live In
09.45-10.00
Persiapan berangkat
10.00-11.00
Berangkat
11.00-12.00
Perkenalan tentang Desa Peniwen dan program gereja
12.00-13.00
Makan Siang
13.00-14.00
Pengarahan untuk Live In
14.00-15.00
Distribusi ke home stay
15.00-15.15
Perkenalan dengan tuan rumah
15.15-18.30
Free time (berinteraksi dengan keluarga)
18.30-20.00
Doa Patuwen (doa lingkungan tiap hari Kamis)
20.00-21.00
Berinteraksi dengan keluarga
21.00
Istirahat


Hari ke-2
Waktu
Urutan Kegiatan
04.00-07.30
Kegiatan sehari-hari
08.00-13.00
Kegiatan Bersama (Out Bond)
13.00-17.30
Berinteraksi dengan keluarga
18.00-21.00
Sarahsehan di Gereja
21.00-22.00
Api Unggun
22.00
Istirahat

Hari ke-3
Waktu
Urutan Kegiatan
04.00-08.30
Kegiatan sehari-hari
08.30-09.00
Packing, perpisahan (terima kasih dan mohon maaf) dengan tuan rumah, lalu perjalanan menuju Gereja
09.00-11.30
Ramah Tamah
11.30-12.00
Makan Siang
12.00-13.30
Pulang



Dari kegiatan ini saya mengalami banyak sekali hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Pada hari pertama sebelum berangkat, kami melakukan Doa Rosario yang kemudian dilanjutkan dengan misa. Setelah misa usai, kita mendapat breefing singkat dari Bapak Kepala Sekolah. Setelah selesai breefing dan foto kelas, kita berangkat dengan menggunakan truk. Sesampainya disana kami diberi perkenalan tentang Desa Peniwen di gereja, tetapi sebelumnya kami makan siang terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan pembagian homestay. Saat pembagian homestay kita harus berjalan cukup jauh, dengan bawaan yang banyak, terutama saya dapat rumah paling atas, itu membuat saya cukup untuk bad mood. Sesampainya di rumah betapa leganya kita, kemudian kita mulai memperkenalkan diri kami kepada pemilik rumah, mereka sangat baik sekali dengan kami, di rumah itu kami merasa sangat dimanja, bahkan lebih dimanja daripada di rumah sendiri.

Saat free time, kita mencoba untuk membantu menyiapkan makan malam. Sebenarnya saya kepingin keluar waktu itu, mengetahui teman-teman yang lain malah jalan-jalan. Ya, tapi karena sudah terlanjur membantu, tidak enak juga untuk tiba-tiba pergi, jadi ya hari itu sampai malam kami putuskan untuk di rumah membantu ibu. Saat malam harinya kami mengikuti kegiatan Patuwen, disana kami bertemu kembali dengan teman-teman, serasa rumah itu jadi penuh dengan anak-anak Santa Maria, sebenarnya saya jadi tidak enak juga karena kami duduk di dalam sedangkan warga malah duduk di luar. Ya tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur, acara doa itu menggunakan bahasa jawa, dan dengan cara ibadat Kristen, jadi saya tidak dapat mengerti apa yang sedang diomongkan oleh mereka, dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, alhasil akhirnya kita hanya bisa mengikuti acara semengerti kita.

Setelah pulang dari Petuwen, sebenarnya saya sudah ingin beristirahat, tapi karena teman saya minta hpnya cepat dikembalikan, jadinya saya kembali ke gereja tempat perkenalan tadi siang. Di jalan itu merupakan pengalaman baru bagi saya, di tengah ketakutan saya pulang dan pergi cuma berdua dengan teman cewek pula, saat berdua jalan malam di desa sungguh tidak seperti kita di kota, kalau di kota jam sekian, jalanan masih sangat ramai, sedangkan di desa sudah tidak ada satu pun yang keluar dari rumah. Di desa itu juga banyak sekali anjing sehingga kita berdua sangat takut karena sudah malam, sekaligus pulang pergi harus berhadapan dengan banyak anjing yang menggonggong ke arah kita. Sesampainya di rumah kita berdua mandi keringat dan gemetaran, karena telah mengalami kejadian buruk pada malam pertama.

Dari kejadian itu membuat kita berdua tidak bisa untuk tidur sampai jam 12 malam, baru kita mulai dapat untuk terlelap. Hari kedua, pagi hari kami bangun pukul setengah 6, kemudian kami membantu ibu sebentar untuk membersihkan rumah, kemudian kami pun sibuk untuk bersiap-siap berangkat ke gereja. Hari kedua acara kita adalah outbond, tetapi kegiatan ini molor, sampai hampir siang, ya banyak sudah gerutuan yang telah kita ucapkan karena kemunduran jadwal ini, apalagi udara hari itu sangat panas sekali. Akhirnya outbond pun dimulai juga, saat badan sudah berkeringat karena panas dan rute yang lumayan panjang, di pos 1 kita disuruh untuk bermain air, hal ini juga membuat kesebalan tersendiri bagi saya. Kemudian dilanjutkan dengan menyambung permen karet pada pos 2, dan mengambil bola dengan sumpit tanpa boleh untuk menjatuhkan pipa pada pos 3, kemudian dilanjutkan dengan membuat gerabah pada pos 4. Outbond kali ini bagi saya tidak seberapa berkesan. Kemudian kita lanjut makan bersama di ladang. Saat makan saya tidak dapat duduk dengan nyaman karena kondisi tempat makan yang tidak muat untuk anak sebanyak itu. Setelah makan usai, kita harus pulang melewati rute yang sangat panjang dan melelahkan. Sesampainya di rumah, saya sudah sangat kecapekan, sehingga saya tertidur. Saat bangun, kita sudah harus bersiap-siap untuk mengikuti acara Sarahsehan. Pada acara tersebut, saya tidak dapat menangkap apa-apa karena sudah terlalu capek, banyak juga teman saya yang tidak mendengarkan, bahkan juga ada yang tidur. Setelah sarahsehan usai, kita melanjutkan acara pada hari itu dengan acara api unggun, pada acara ini ditampilkan penampilan-penampilan perwakilan kelas dan dance. Pada acara ini juga tidak terlalu berkesan bagi saya.

Setelah acara api unggun selesai, kami kemudian pulang ke homestay masing-masing. Sesampainya di homestay saya langsung tidur, karena sudah terlalu capek. Keesokan harinya pada hari ketiga di Desa Peniwen, saya bangun jam 6 pagi, kemudian saya melanjutkan membantu ibu membersihkan rumah, kemudian kita sudah bersiap-siap untuk pulang kembali ke Malang. Setelah selesai siap-siap, kita terus pergi ke gereja dengan membawa barang-barang kita. Di gereja kita melakukan ramah tamah, terus dilanjut makan siang, kemudian kembali ke Malang.

Dari kegiatan Live In ini banyak yang dapat saya ambil. Saya dapat mengerti bahwa apa yang kita ingin belum tentu yang terbaik untuk kita. Dan banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita, jadi janganlah kita mengeluh dengan apa yang tidak kita dapat. Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Karna Tuhan selalu tahu apa yang kita rasa, apa yang kita butuh, dan apa yang terbaik untuk kita, Dia tidak pernah acuh tak acuh kepada kita, Dia selalu mendengarkan doa kita dari awal sampai akhirnya.





Live In oleh Sri Widayanti -XIA2- 29

Nama : Carrey Clarisa Singli
No : 3

Kamis, 31 Oktober 2013 adalah hari dimana angkatan kelas 11 SMAK St. Maria akan mengadakan Live In ke Peniwen yang terdapat didaerah Kromengan, kabupaten Malang. Desan Peniwen juga terdapat tepat di tengah – tengah antara Blitar dan Malang. Tapi sebelumnya, kami mengikuti penutupan doa Rosario dan setelah itu mendapatkan beberapa pengarahan dari para guru dan kepala sekolah. Mereka memberikan pengarahan dan harapan mereka terhadap kami saat di Peniwen yaitu untuk bersikap yang sopan. Selain itu, mereka juga mengharapkan agar kami semua dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga Peniwen terutama dengan orang tua asuh kami disana, serta kami diharapkan dapat mengambil point terpenting dari diadakannya Live In ini. Setelah mendengar pengarahan tersebut, kami pun berfoto bersama dengan wali kelas masing – masing. Kemudian, kami bersiap untuk pergi ke Peniwen dengan menaiki truk masing – masing dan kebetulan saya mendapat truk pertama.

Perjalannya menurut saya cukup lama karena ini adalah pertama kalinya saya pergi ke Peniwen. Sepanjang perjalan menuju Desa Peniwen, semakin terlihat banayak pohon dimana – mana yang membuat saya berpikir bahwa desa Peniwen adalah tempat yang nyaman dan masih bersih udaranya. Setelah beberapa lama, kami pun sampai di Peniwen. Tempat ini terlihat tidak terlalu ramai, dan lumayan bersih. Kami lalu berkumpul di gereja GKJW Peniwen yang terdapat di tengah – tengah kampung. Desa Peniwen terdiri dari beberapa kampung yaitu Kalongan, Kampung Tengah, dan Purukrejo.

Setelah kami sampai dan beristirahat sejenak, kami kemudian diberikan perkenalan tentang profil Desa Peniwen dan budaya serta kebiasaan apa saja yang ada didesa itu. Ternyata, sanagat banyak sekali budaya yang masih dipertahankan disana dan itulah alasan kami mengadakan Live In di desa Peniwen untuk mengenal dan mempelajari budaya – buday yang masih kental itu. Salah satu kebiasaan yang akan dilakukan oleh warga Peniwen adalah acara Petuwen yaitu mengunjungi rumah tetangga dan mengadakan doa. Dan hal itu dilakukan tepat pada hari itu saat kami baru tiba disana.

Sesudah mendengar beberapa pejelasan, kami kemudian diberi makan siang. Lalu, kami dibawa ke Home Stay masing – masing. Yaitu tempat yang akan kami tempati selama kami berada di desa Peiwen. Perjalananya cukup melelahkan karena kami harus berjalan dibawah panas terik matahari yang sangat menyengat. Selain itu, juga karena kami harus membawa barang bawaan kami yang berat. Tidak lama kemudian, kami pun sampai di Home Stay kami di kampung Tengah tepatnya di rumah Pak Kuncoro, orang tua asuh kami.

Saya bersama ketiga teman lainnya yaitu Ika, Brenda, dan Bianca kemudian memberikan salam dan mulai berbincang – bindang dengan pemilik rumah atau Pak Kuncoro. Kami membicarakan banyak hal sampai kami lupa jika harus berristirahat. Pak kuncoro kemudian merasa kasihan dengan kami karena kami telah sangat lelah, dan menyuruh kami untuk beristirahat. Tapi, pada saat dikamar, kami merasa harus berkeliling untuk melihat teman – teman yang lain, tapi kami lalu mengurungkan niat karena kami diajak oleh kak Shinta, untuk mengambil buah salak. Kami kemudian mengikutinya pergi ke kebun salak yang ternyata berada disebelah rumah. Sangat menyenangkan bisa mengambil buah salah sendiri. Setelah itu, kami memintanya untuk pergi kesawah. Lalu kami diajak untuk pergi kesana. Pemandangan disana sangatlah bagus. Kami lalu menikmati pemandangan itu sebentar lali kembali kerumah dan mempersiapkan diri untuk pergi ke acara Patuwen dirumah salah satu warga kampung Tengah.

Kami kemudian pergi bersama dengan Pak Kuncoro dan kak Shinta. Sampai disana, kami mengikuti acara semacam doa bersama. Namun, ada hal baru yang sangat saya kagumi yaitu mereka melakukan ibadah dengan menggunakan bahasa Jawa Lama yang masih sangat kental. Meskipun saya juga tidak mengerti apa yang mereka katakana, tapi itulah yang menjadi pengalaman baru bagi saya karena dapat memdengarkan bahasa yang sangat asing bagi saya. Setelah ibadah itu selesai, kami kemudian pulang kerumah untuk beristirahat.

Jumat, 1 November 2013

Hari sudah berganti, dan kami haru bangun pukul 5.00 untuk membantu Pak Kuncoro bersama Ibu, untuk membersihkan rumah dan memasak. Brenda membantu membersihkan rumah sedangkan saya, ika, dan Bianca membantu kak shinta dan ibu untuk memasak. Sangat menyenagkan sekali dapat memasak sendiri. Lalu kami pun bersiap untuk pergi kegereja dan mengikuti acara selanjutnya yaitu outbound.

Selang beberapa lama, kami pun sampai di Gereja GKJW Peniwen untuk mengikuti outbound. Disana kami berkumpul lalu membagi kelompok sesuai dengan yang sudah ditentukan dan kami pun menuju ke temapat outbound. Kami melewati sawah dan sampai di pos pertama. Disana, kami memainkan game yaitu harus mengisi air sampai penuh pada pipa yang telah dilubangi. Meskipun gagal, tapi kami tetap senang. Lalu kami diberi permen karet dan melanjutkan perjalan kepos selanjutnya. Ternyata maksud dari diberikan permenkaret adalah untuk membuat benang menggunakan permen karet itu. Namun, kami tidak dapat membuatnya dengan benar dan kami dihukum dengan memberikan tinta hitam pada pipi kami. Lalu, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai pada pos terakhir yaitu pos ke empat. Setelah itu, kami kembali berjalan hingga sampai disatu pondok untuk beristirahat dan makan siang disana.

Rasa lelah sangat terasa saat tiba dipondok itu. Karena kami harus menempuh jalan yang sangat jauh ditambah lagi harus berjalan dibawah panasnya terik matahari. Kami lalu makan siang disana dan sesudah itu, kami kembali kerumah atau ke Home Stay kami masing – masing. Smapai di Home Stay, kami lalu beristirahat karena kami semua merasa sangat lelah sekali. Kami kemudian langsung melepas semua rasa lelah dengan beristirahat dan juga mengingat jika nanti malam akan ada acara selanjutnya yaitu Sarah Sehan dan Api Unggun maka kami harus menjaga stamina.

Sore harinya saat bangun, saya merasa kurang enak badan dan akhirnya saya tidak jadi mengikuti acara yang harus dihadiri oleh semua siswa itu. Saya lalu diberi obat oleh ibu Leni dan guru – guru lainnya lalu datang dan mencari tahu keadaan saya. Ada juga seorang perawat yang datang dan memberikan beberapa obat dan memeriksa saya. Saya lalu diminta untuk beristihat dan tidak boleh mengikuti acara – acara tersebut. Namun saya meminta Pak Hendra untuk bisa mengikuti acara api unggun karena saya sangat ingin mengikuti acara itu. Pak Hendra akhirnya dapat memberikan saya ijin untuk mengikuti acara itu tapi tidak usah mengikuti acara Sarah Sehan yaitu pemberian refleksi dari panitia kepada para murid.

Setelah acara Sarah Sehan selesai, saya kemudian dijemput oleh Pak Heli dan Ibu Leni untuk pergi keacara Api Unggun. Kami kemuadian sampai dan saya lalu bergabung dengan teman – teman lainnya dan mengikuti acara itu hingga selesai. Kami kemudian pulang ke Home Stay masing – masing untuk beristirahat.

Sabtu, 2 November 2013

Pagi ini, kami bersiap – siap untuk kembali Malang. Sebelum berkumpul digereja, kami masih berbincang dengan Pak Kuncoro dan meminta terimakahsih atas semua hal yang telah dia lakukan selama kami berada di sana, dan juga atas kesediannya untuk menampung kami dirumahnya. Selain itu, kami juga meminta maaf jika kami banyak melakukan kesalahan dan juga karena telah banyak merepotkan selama disana. Begitupun dengan pak Kuncoro, dia juga meminta maaf atas segala kekurangannya bersama keluarga dan atas ketidaknyamanan kami selama disana. Dan yang membuat saya terharu adalah saat pak Kuncoro memberikan pesan kepada kami untuk masa depan kami. Lalu kami juga didoakan sebelum berangkat. Setelah pukul 9.00 kami lalu berkumpul di Gereja GKJW Peniwen untuk pulang. Kami lalu meninggalkan Pak Kuncoro bersama keluarga.



Setelah sampai digereja, kami lalu diberikan makan pagi. Kemudian, kami melakukan doa bersama serta mengucapkan terimakasih bagi para warga didesa Peniwen. Sesudah itu, kami diarahkan ketruk masing – masing untuk melakukan perjalanan kembali ke Malang. Perjalan terasa lebih cepat dari yang saya kira sebelumnya. Tidak lam kemudian, kami sudah sampai disekolah. Kemudian kami pulang kerumah masing – masing untuk beristirahat.

Live In oleh Carrey Clarisa Singli -XIA2- 3



  1. Aditya Wahyu Satria Yulianto 
  2. Ardian Kurniawan 
  3. Carrey C Singli 
  4. Catherine 
  5. Chintya I Joyo 
  6. Christian Putra S  (Pembuat Blog)
  7. Claudia Dwi 
  8. Diana A.M Hattu 
  9. Elvara Nadya Adventy 
  10. Frederico 
  11. Hesti L Ekawati 
  12. Jeffry Sanjaya 
  13. Jerryl Jeovano 
  14. Katherine Nozaria 
  15. Kevin Prabowo Kosaputra 
  16. Laurentius Ivan T 
  17. Lisa Novena T 
  18. Marcellino A.S 
  19. Marietta Nathania 
  20. Miki Saraswati 
  21. Misa Samuel J Tommy 
  22. Oktavianus Putra B .P 
  23. Priskila Okatviani P 
  24. Prita Kurnia Natalia 
  25. Raynald O.S 
  26. Samuel Alberth Juwono 
  27. Sheila Rosalind S 
  28. Sherly Sari Dewi 
  29. Sri WIdyaanti Wijaya 
  30. Stephanie Devina Agustin Hake 
  31. Tika Andayani 
  32. Vania Valentisna 
  33. Yuliana Kristanyo 
  34. Monica Djami 
  35. Raymond S.H
Live In kali ini diberi tema DOCTORS THREE dengan kepanjangan dari Do Care to Others Through Experiencing Education dengan tujuan kita dapat berbaur dengan masyarakat sekitar dan dapat belajar hidup sederhana dari lingkungan pedesaan.

Live In kali ini diadakan di Desa Peniwen Malang Jawa Timur dengan tempat tinggal dibagi menjadi 3 desa. sekitar 70 rumah warga dipakai untuk tempat tinggal anak-anak Santa Maria kelas XI. Dusun yang terpakai adalah dusun Kalongan (Laki-Laki), Kampung Tengah (Perempuan),dan Putukrejo (Campuran). Acara Live in diadakan dari tanggal 31 Oktober 2013 hingga2 November 2013. 

Live In kelas XI SMAK SANTA MARIA MALANG 2013

Nama : Samuel Alberth
No : 26

Pada hari Kamis, 31 Oktober 2013 kami semua anak kelas XI pergi ke Desa Peniwen bertujuan untuk Live in. Live in ini berlangsung selama 3 hari 2 malam. Live in pada tahun ini mengambil tema “Doctors Three (Do Care to Others Through Experiencing Education).” Mengapa sekolah mengambil tema tersebut? Tema ini berartikan peduli terhadap sesama melalui pendidikan.

Desa Peniwen terletak di wilayah Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Di desa tersebut terbagi menjadi 3 dusun yaitu: Kalongan, Tengah, dan Puthuk Rejo. Warga di sana 98% mayoritas agama Kristen. Di sana rata-rata mata pencahariannya adalah petani.

Pada hari pertama kami kumpul di gereja untuk penjelasan program dan tata tertib yang ada di sana. Setelah penjelasan kami diantar ke homestay masing-masing. Untuk pergi ke homestay kita jalan kaki dan sangat melelahkan. Setelah sampai ke masing-masing homestay kita berkenalan dengan keluarga di sana dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, setelah itu kita makan siang di homestay masing-masing. Di homestay kami kita diberi camilan dan secangkir the panas. Setelah selesai semua kita diberi waktu untuk beristirahat sampai jam 18.30. Setelah kita istirahat kita ada acara patuwen di umat setempat. Setelah acara patuwen selesai kita kembali ke homestay masing-masing untuk makan malam dan beristirahat.

Pada hari kedua kita bangun pada pk. 04.00 untuk membantu keluarga yang ada di homestay kita masing-masing. Setelah kita membantu keluarga yang ada di situ acara kita selanjutnya yaitu outbond. Sebelum kita outbond kita se-homestay akan makan pagi. Outbond berlangsung selama 5 jam setengah (07.30-13.00). Setelah selesai outbond kita semua makan siang. Setelah makan siang selesai kita semua kembali ke homestay masing-masing untuk beristirahat. Setelah istirahat acara kita selanjutnya yaitu Sarasehan. Pada waktu sarasehan selesai kita semua di beri makanan dan minuman kecil. Setelah selesai makan acara selanjutnya adalah api unggun. Di acara api unggun itu masing-masing kelas membawakan satu acara khusus. Acara api unggun itu berlangsung sampai jam 22.00. Setelah acara api unggun selesai kita kembali ke homestay masing-masing untuk beristirahat.

Pada hari ketiga kita bangun pada jam yang sama yaitu jam 04.00 untuk membantu keluarga dan menyiapkan makan pagi. Setelah makan selesai kita packing untuk siap-siap pulang ke sekolah. Setelah kita semua sudah packing, pada jam 10.00 kita pergi ke gereja untuk ramah tamah. Pada pk. 11.30 kita makan siang di gereja itu. Setelah makan siang sudah selesai kita semua siap untuk pulang ke rumah masing-masing.

Setelah tiga hari itu aku mendapatkan sebuah pelajaran yang tidak kudapatkan di sekolah maupun di rumah. Di mana di desa itu aku mendapatkan pelajaran tentang hidup. Di sana masyarakat yang tinggal sangatlah ramah dan juga saling membantu satu sama dengan yang lain.

Live In oleh Samuel Alberth -XIA2- 26

Nama : Aditya Wahyu Y
No : 1


Pengalaman yang unik saat mengikuti live in banyak hal yang dilalui baik bersama maupun dalam diri sendiri. Live in berlangsung selama 3 hari 2 malam di Desa Peniwen Kabupaten Kepanjen. Masyarakat disana bermayoritas beragama Kristen. Tugas saya disana adalah untuk mengikuti aktivitas yang dilakukan oleh orang tua asuh .

Kami berangkat menggunakan truk tentara, bagaikan seorang serdadu yang berperang bedanya saya dan kawan-kawan berperang melawan semua egoisme untuk membantu sesama. Walaupun dalam perjalan yang dilewati tidak semua berlangsung nyaman karena ada dari sebagian kami yang terbentur oleh tiang tempat duduk. Namun Tuhan tetap menyertai kami sehingga kami datang dengan selamat. Itu semua berkat doa rosario dan misa yang dilakukan sebelum berangkat

Pada kedatangan kami , kami diajak melakukan briefing dengan pihak peniwen dan kemudian menuju rumah home stay. Acara ini dilakukan di gereja . Jujur nama saya berwalan dengan huruf “a” , saya kira rumah yang menjadi rumah saya dekat dengan gereja yang menjadi tempat singgah kami tapi ternyata rumah yang menjadi tempat tinggal saya dan 3 orang teman lainnya berada paling ujung dan akhir. Sungguh membuat kesabaran dan stamina saya diuji. Saat saya tiba di rumah milik Ibu Sri saya bersama teman teman diajak berbicara mengenai hal-hal umum yang harus dibicarakan saat berkenalan. Sungguh keluarga ini membuat saya belajar agar dapat berkomunikasi dengan akrab dan nyaman. Saya dan teman-teman dipersilakan untuk istirahat. Pengalaman yang unik saat ke kamar mandi saya dikejutkan oleh anjing . Di desa ini sebagian besar memelihara anjing, saya disini bagaikan melakukan terapi takut anjing. Hari pertama saat siang sampai sore tidak banyak yang saya lakukan. Saya hanya bertanya mengenai biodata keluarga Bu Sri.

Saat malam hari saya diajak Bu Sri untuk ibadah di suatu balai . Nampak disana banyak masyrakat yang datang .Saat itu saya berpikir saya harus seperti warga peniwen yang taat beribadah. Setelah ibadah saya , teman-teman, dan warga sekitar makan dan minum bersama , kegiatan ini menimbulkan kerukunan.

Pada hari kedua ada kegiatan outbond terjadi suatu insiden disana karena ada keusilan ,sehingga ada kelompok yang tersesat . Dalam outbond kami diajari untuk bekerja sama dan jujur saya berkelompok dengan teman teman yang masih belum kenal . Didalam outbond akhirnya saya lebih mengenal teman-teman lebih banyak tanpa memandang jurusan , kelas dll

Pada saat malam ada juga kegiatan sarasehan di gereja. Jarak yang ditempuh sangat jauh sehingga jujur pada acara itu saya ketiduran. Dan teman teman yang usil sehingga saya difoto.Acara berlanjut dengan kegiatan api unggun . Disana banyak siswa yang menampilkan bakatnya . Disana saya belajar untuk bersyukur dan memanfaatkan bakat yang saya punya. Pengalaman yang unik saat saya pulang dalam perjalanan saya diikuti anjing dan digonggongi, tapi saya tenang dan dapat pulang.


Hari ketiga berlangsung seperti biasa seperti aktivitas dengan keluarga. Dan kemudian berpamitan untuk pulang. Saat pamitan saya mencium tangan dari Eyang dan Ibu Sri untuk mengucapkan terima kasih dan maaf.Saya berkumpul di gereja dan kemudian pulang.







Hal hal yang saya lakukan adalah merapikan tempat tidur , membersikan halaman, bermain dengan anak Bu Sri . Ucapakan terima kasih dan syukur saya panjatkan pada Tuhan karena pengalaman yang saya alami mungkin tidak akan berulang.

Live In oleh Aditya Wahyu -XIA2- 1

Nama : Misa Samuel J Tommy
No : 21

Pada tanggal 31 Oktober 2013 – 2 November 2013 SMAK Santa Maria,Malang mengadakan kegiatan live in di desa Peniwen. Desa Peniwen terbagi atas 3 dusun yaitu dusun Kalongan, dusun Tengah dan dusun Putuk Rejo. Pada hari pe
rtama kami dikenalkan mengenai desa peniwen dan kami mendapat sambutan yang ramah. Setelah itu kami dikenalkan pada orang tua asuh kami masing-masing, orang tua asuh kami menyambut kami dengan sangat ramah dan kami dijamu dengan aneka jajanan dan teh. Mulai pada saat itulah kami mulai mengenal berbagai macam hal di desa yang sulit bahkan tidak dapat ditemukan di kota, seperti peralatan sederhana, memasak memakai kayu bakar, memelihara hewan ternak, dan lainnya. Selain itu kami juga disuruh ikut kegiatan doa bersama dengan warga sekitar pada malam hari.

Pada hari kedua adalah hari yang paling menyenangkan, dimulai dengan membantu aktivitas di rumah pada pagi hari lalu dilanjutkan dengan outbound. Saat outbound karena kelompok diatur secara acak maka kami bisa mengenal teman-teman dari kelas IPS, meski awalnya tidak kenal tetapi akhirnya kami bisa kompak dalam gerakan yel-yel dan kami hampir selalu menang dalam setiap tantangan outbound yang diberikan panitia. Sehabis kegiatan outbound kami berkumpul untuk makan siang, setelah itu ada jam kosong untuk beristirahat, bermain maupun membantu orang tua asuh. Saat itu saya memanfaatkan waktu untuk bermain ke home stay teman dan setelah itu membuat keripik talas bersama orang tua asuh dan teman-teman. Hal ini sungguh menyenangkan karena jarang-jarang bisa membuat jajanan secara langsung. Menjelang jm 6 sore saya mandi dan siap-siap untuk pergi ke gereja untuk acara Sarasehan. Sehabis Sarasehan adalah acara api unggun, acara tersebut diisi dengan menampilkan pertunjukkan dari tiap-tiap kelas, ad yang nyanyi, stand up comedy,dll. Sehabis acara api unggun kami pulang ke home stay masing-masing dan tidur.
Pada hari ketiga, saat pagi saya dan teman-teman membantu kegiatan di rumah seperti memberi makan sapi dan kambing.  Setelah menjelang siang kami kembali ke gereja dan setelah diberi pengarahan dan makan siang kami pulang.

Selama tiga hari di Peniwen saya menyadari ternyata masih ada orang yang hidup secara sederhana, oleh karena itu saya juga ingin mencoba bagaimana hidup secara sederhana itu. Hal itu menyadarkan saya bahwa saya terlalu dimanjakan teknologi dan akhirnya membuat malas. Selain itu dari kegiatan ini saya lebih mengenal tentang teman-teman dari kls lain maupun dari jurusan lain.s

Live In oleh Misa Samuel J Tommy -XIA2- 21

Nama : Oktavianus Putra Bagus Prakoso
No : 22

MENGENAI TEMA PADA KESEMPATAN LIVE IN TAHUN INI ADALAH SANGAT MENARIK SEKALI, TEMA YANG DI AMBIL ADALAH DOCTORS3 YANG ARTINYA ‘DO CARE TO OTHERS THROUGH EXPERIENCING AND EDUCATION’

TEMA INI SANGAT MENARIK SEKALI KARENA DENGAN TEMA INI KITA BISA MEMBANTU SESAMA YANG MUNGKIN SEDANG KESUSAHAN DAN TERBELAKANG, SAYA SANGAT SENANG SEKALI DENGAN ADANYA TEMA INI SAYA SEMAKIN PEDULI DENGAN SESAMA YANG MEMBUTUHKAN.

KITA JUGA DENGAN TEMA INI, MENJADI PENGALAMAN YANG TIDAK AKAN TERLUPAKAN KARENA KITA BISA HIDUP DI DESA DENGAN KEADAAN YANG SERBA SEDERHANA



Kesan-kesan selama di PENIWEN

KESAN KESAN SAYA SELAMA DI PENIWEN ADALAH SANGAT MENARIK SEKALI KARENA SAYA BISA MERASAKAN BAGAIMANA MENJALANI HIDUP DI DESA DENGAN KONDISI YANG SERBA SEDERHANA, DI PENIWEN SAYA JUGA SEMAKIN PEDULI AKAN SESAMA YANG MEMBUTUHKAN. PENGALAMAN ITU TIDAK AKAN SAYA LUPAKAN TERLEBIH KEPADA IBU HOMESTAY, IBU HOMESTAY SANGAT MENGHARGAI SAYA BERSAMA TEMAN-TEMAN SE-RUMAH, SAYA SANGAT SENANG SEKALI DENGAN ITU.

TERLEBIH SAAT SAYA DI AJARKAN UNTUK MEMBUAT MAKANAN KHAS DARI DAERAH SANA YAITU KERIPIK TALAS YANG RASANYA TIDAK KALAH SAMA KERIPIK TEMPE YANG ADA DI MALANG.

TERLEBIH JUGA SAAT SAYA BERTEMU DENGAN TETANGGA DI SEKITAR RUMAH, TETANGGA SANGAT BAIK SEKALI, SANGAT RAMAH, DI SINI SAYA MERASAKAN BAHWA ORANG DESA SANGAT LEBIH SANTUN DARI PADA ORANG KOTA.



SAYA SANGAT SENANG SEKALI BERADA DI PENIWEN, SELAIN SUASANA NYAMAN DAN UDARA SEGAR, DI SANA TIDAK ADA HIRUP PIKUK KEADAAN KOTA YANG SANGAT RAMAI, DI SINI SAYA SANGAT MERASA SENANG SEKALI, SAYA MERASA INGIN KEMBALI LAGI KE PENIWEN UNTUK BERSANTAI SEJENAK, TERLEPAS DARI KERAMAIAN DI KOTA MALANG.

Live In oleh Oktavianus Putra Bagus Prakoso -XIA2- 22

Nama : Katherine Nozaria
No : 14

Setiap tahunnya SMAK.SANTA MARIA Malang, mengadakan kegiatan Live In untuk siswa kelas XI, baik IPA maupun IPS.Tahun ini, saya sebagai siswib kelas XI IPA, saya mengikuti kegiatan Live In pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2013 yang bertepatan di Desa Peniwen , Kromengan, Kab.Malang.Disana banyak hal yang saya alami dan temui.Keluarga baru, suasana baru, bahkan teman baru.Banyak hal yang bisa saya pelaja

ri disana tentang kebersamaan dan kerohanian.

Hari pertama, saat pertama saya bertemu dengan keluarga baru saya. Tak terkira keramahan mereka yang mampu melunturkan segala kelelahan saya saat perjalanan kesana.Bukan hanya kelurga baru saya saja, tetapi masyarakat disana juga menyambut rombongan SMAK.SANTA MARIA dengan ramah dan terbuka. Kami disambut di gereja tempat pusat kegiatan kami.Setelah berkegiatan bersama dengan keluarga baru dan masyarakat sekitar, saya (bahkan semua anak) diajak untuk mengkuti ibadah Kamis yang diblok rumah saya disebut dengan “Patuwen”.Walaupun diblok saya mayoritas sudah sepuh tapi saya menikmati ibadah tersebut.Dan jujur itu kali pertama saya mengikuti ibadah dengan Bahasa Jawa.Disana saya bersyukur dapat menikmati ibadah tersebut dan saya serta teman-teman lainnya disambut dengan ramah dan terbuka.

Hari kedua, saya bangun pagi sekali untuk membantu ibu saya untuk menyiapkan makanan dan cuci piring. Saaat melakukan hal tersebut seketika saya kangen dengan mama yang saya tinggal dirumah.Saya ingat biasanya saya membantu mama untuk mebcuci piring seperti saat itu.Saya juga berjalan-jalan pagi serta menyapa ibu-ibu sekitar dusun yang berbelanja di tukang sayur keliling.Saya sangat bahagia bisa menikmati suasana seperti saat itu, jauh dari keramaian, jauh dari udara yang berasap dan saya berasa jauh dari masalah yang sempat saya bawa ke sini namun seketika hilang bersama aliran air dan embusan angin disana.Hari kedua ini saya mengikuti outbound pada siang harinya yang membuat saya semakin hitam kelihatannya.Namun saya sangat senang karena saat outbound saya bisa menyaksikan sendiri keindahana yang benar-benar indah disana.Sawah yang terbentang luas beserta petani, aliran air yang sangat menghilangkan kejenuhan yang masih hinggap dipikiran dan embusan angin yang menyejukan.Saya merasa ini adalah tempat yang indah yang pernah saya tinggali, dan ini adalah kampong halaman kedua saya.Saat pulang kerumah saya tinggal, saya sudah disediakan makan siang dan es lilin.Bukan hanya itu, ketika saya berkunjung kerumah tetangga, saya juga disuguhi es degan yang nikmat, disana saya bisa tertawa dan bercanda tawa dengan teman-teman yang mungkin saat disekolah tidak pernah saya temui mungkin hanya sekedar menyapa, namun saat disana saya merasa dekat dengan mereka,itulah suasana yang saya senangi bisa berkumpul denga teman-teman saya yang serasa seperti keluarga sendiri.Malam harinya, kita diajak untuk mengikuti ibadah bersama remaja dan Pemuda digereja.Semacam KKR singkat menurut saya, tapi saya juga bisa merasakan kelegaan disana.Setelah ibadah kami mengikuti acara api unggun bersama teman-tema pemuda disana.Begitu dekat rasanya antara kami semua, walau acara sedikit membosankan tapi saya bisa sedikit menikmati hal itu.


Hari ketiga adalah hari dimana kita semua sudah waktunya berpisah dengan keluarga yang sudah tiga hari bersama-sama.Saat sebelum berangkat kegereja untuk berkumpul, saya diajak untuk kekebun coklat untuk memanen coklat.Setelah itu, saya berpamitan dengan keluarga dan tetangga disekitar rumah tempat tinggal saya disana,sangat disayangkan kalau harus berpisah dengan mereka dan suasana disana.Bukan hanya tetangga sekitar saja yang kita pamiti, namun juga kakak-kakak panitia juga yang melepas kepergian kami. Disana sangat nyaman,dan begitu menyejukkan hati.Saat mau berpamitan dengan panitia digereja, panitia juga mengadakan bazaar keci;-kecilan disana untuk membantu penghasilan warga disana.Setelah segala prosesi berakhir, kami keluarga besar SMAK.SANTA MARIA pulang ke Malang dengan membawa sejuta kenangan dan kenyamanan disana.Rasa rindu sudah ada dibenak saya saat ini, rindu akan segala suasanya di sana.Suatu saat nanti saya akan pergi kesana dengan mengambil segala kenangan indah yang tertanam disana.

Live In oleh Katherine Nozaria -XIA2- 14

Nama : Prita Kurnia Natalia
No : 24


Live in kali ini mengambil tem

a DOCTORS THREE (DO CARE TO OTHERS TROUGH EXPERIENCING EDUCATION). Sekolah amengharapkan makna dari tema tersebut bisa tertanam dalam kehidupan kami sebagai siswa teladan hingga tua nanti.

Pada tanggal 31 Oktober 2013, seluruh siswa-siswi kelas XI SMAK Santa Maria Malang berkumpul di sekolah pada pagi hari. Sebelum berangkat kami mengikuti misa penutupan bulan Rosario. Misa kali ini dikhususkan agar seluruh siswa-siswi kelas XI mengikuti live in dengan penuh ucapan syukur. Setelah misa berakhir, diadakan breafing untuk kegiatan LIVE IN tersebut dan kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 10.00 dengan menaiki truck militer.

Setibanya di tempat tujuan, kami oleh panita dikumpulkan di salah satu gereja yang ada di desa peniwen. Kami mendengarkan cukup banyak mengenai sejarah, kehidupan masyarakat desa peniwen, adat istiadat, bahkan keunikan-keunikan yang ada di desa tersebut. Setelah terpukau oleh kehebatan desa peniwen, tiba saatnya untuk pembagian homestay. Saya bersama 3 teman lainnya menempati rumah keluarga Bapak Wicah yang berada di daerah Putukrejo.

Kami disambut hangat oleh Bapak Wicah beserta istrinya, Ibu Sulis. Kamar yang kami pakai juga tidak kalah dengan kamar yang ada dirumah kami. Kami beristirahat dan selesainya kami mendekatkan hubungan bersama sang keluarga. Sang keluarga terdiri dari kepala rumah tangga, istri, dan 2 anak, anak pertama wanita dan kedua pria, namun sang keluarga tidak lagi serumah dengan anak pertama, karena anak pertama sudah menikah. Senja mulai terlihat indah di desa tersebut, dan acara pada malam itu adalah Patuwen. Patuwen merupakan kegiatan ibadah yang diadakan di rumah warga-warga desa secara bergilir.

Hari kedua, kami bangun pagi, dan kami telah disiapkan sarapan oleh Ibu Sulis. Setelah perut terisi, kami membantu pekerjaan beliau, seperti menyapu, mengepel, dan mencuci piring. Berbeda dengan keluarga lainnya, keluarga ini tidak memiliki pekerjaan berat seperti mengurus sapi, babi, ataupun sawah dan ladang. Bapak Wicah bekerja di luar desa sama seperti anaknya. Tetapi mereka memiliki ternak ayam. Setelah membereskan rumah, kami bersiap-siap menuju ke gereja untuk mengikuti acara selanjutnya, yaitu outbound yang diadakan oleh pemuda gereja desa peniwen juga selaku panitia itu. Outbound tersebut bertujuan untuk menjelajah desa hingga pucuk agar kami bisa lebih mengenal biografi desa tersebut. Pemandangan yang kami lihat sungguh kami nikmati, sawah terbentang luas, aliran tenang sungai, membuat kami lebih bersemangat walau cuaca cukup panas. Siang itu acara ditutup dengan makan bersama di ladang. Sungguh mantap.


Sore harinya, kami kembali bersiap-siap untuk mengikuti sarasehan di Gereja GKJW Peniwen yang juga dihadiri oleh anak-anak dari Desa Peniwen. Selanjutnya diadakan acara api unggun yang dimeriahkan oleh bakat dari masing-masing perwakilan kelas. Acara api unggun tersebut berjalan dengan sangat meriah. Sekitar pukul 23.00 malam kami pun kembali ke homestay kami masing-masing. Homestay saya yang berada di putukrejo lebih jauh dari gereja sehingga saya harus berjalan kaki berama-sama dengan beberapa teman lainnya di tengah malam. Setelah sampai rumah, saya langsung istirahat karena hari itu merupakan hari yang cukup melelahkan namun sangat berkesan.

Hari ketiga, sama seperti hari sebelumnya, kami disiapkan hidangan ala Ibu Sulis, yaitu ayam kecap sedap manis. Kami kembali membantu sang keluarga membersihkan rumah dan setelah itu kami bergegas bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing di malang.

Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan LIVE IN di Desa Peniwen ini. Saya mendapat banyak pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Saya senang dapat mengenal dan sedikit membatu keluarga Bapak Wicah dan istrinya.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari Live In, terutama:

1. Lebih bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini.

2. Tidak boleh menyerah jika mengalami percobaan.



3. Saling gotong royong dan lebih peduli dengan orang sekitar maupun lingkungan, dll.

Live In oleh Prita Kurnia Natalia -XIA2- 24

Nama : Priskila Oktaviani Putri
No : 23


Live in ini bertema DOCTORS THREE yang berarti “DO CARE TO OTHERS TROUGH EXPERIENCING EDUCATION”, dengan adanya tema ini, maka siswa/i di harapkan untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari
sejak dini.

Pada tanggal 31 Oktober 2013, seluruh siswa-siswi kelas XI SMAK Santa Maria Malang berkumpul di sekolah, sebelum berangkat ke peniwen sekolah mengadakan misa penutupan bulan Rosario. Misa kali ini diselenggarakan supaya seluruh siswa-siswi kelas XI mengikuti live in dengan penuh ucapan syukur. Setelah misa berakhir, diadakan breafing untuk kegiatan LIVE IN dan berangkat dari sekolah sekitar pukul 10.00.

Setelah sampai di peniwen, kami dikumpulkan di salah satu gereja yang ada di desa peniwen, gereja ini bernama GKJW. Kami mendengarkan cukup banyak mengenai sejarah, tradisi dan kehidupan-kehidupan masyarakat di desa peniwen, adat istiadat, dan jugakeunikan-keunikan yang ada di desa tersebut. Setelah itu, pembagian homestay di bantu oleh panitia-panitia yang ada di desa peniwen. Saya bersama 3 teman lainnya menempati rumah keluarga Bapak Witcah yang berada di dusun Putukrejo.

Kedatangan kami di sambut dengan ramah oleh Bapak Witcah beserta istrinya, Ibu Sulis. Kamar yang di berikan untuk kami selama 3 hari itu, tidak begitu bagus, tetapi nyaman dan enak. Kami beristirahat setelah sampai di rumah bapak Witcah dan setelah itu kami pun berbincang dengan keluarga, untuk mendekatkan diri dengan keluarga. Keluarga terdiri dari kepala rumah tangga, istri, dan 2 anak, anak pertama adalah wanita dan kedua pria, tetapi keluarga tidak lagi serumah dengan anak pertama, karena anak pertama sudah mempunyai keluarga sendiri. Setelah mendekatkan diri dengan keluarga, kami bersiap-siap untuk melanjutkan kegiatan kami di desa yaitu Patuwen. Patuwen merupakan kegiatan ibadah yang diadakan di rumah warga-warga desa secara bergilir. Setelah Patuwen kami pun bersiap-siap untuk tidur.

Hari kedua, kami bangun pagi, tetapi sarapan sudah di siapkan oleh ibu Sulis. Setelah itu, kami membantu menyapu rumah, mengepel, dan mencuci piring. Tidak seperti keluarga lainnya, keluarga ini tidak memiliki sapi, babi, ataupun sawah dan ladang. Bapak Witcah bekerja di luar desa sama seperti anaknya. Tetapi mereka memiliki ternak ayam. Setelah membereskan rumah, kami bersiap-siap menuju ke gereja untuk mengikuti acara selanjutnya, yaitu outbound yang diadakan oleh panitia di desa peniwen. Outbound tersebut bertujuan untuk menjelajah desa agar kami bisa lebih mengenal biografi desa tersebut. Setelah outbond kami menutup acara dengan makan bersama di ladang.

Sore harinya, kami kembali bersiap-siap untuk mengikuti sarasehan di Gereja GKJW Peniwen yang juga dihadiri oleh anak-anak dari Desa Peniwen. Setelah itu diadakan acara api unggun yang dimeriahkan oleh bakat dari masing-masing perwakilan kelas. Acara api unggun tersebut berjalan dengan sangat meriah. Sekitar pukul 22.00 malam kami pun kembali ke homestay kami masing-masing. Setelah sampai di rumah, saya langsung beristirahat, sedangkan teman-teman saya masih menikmati makanan yang telah di siapkan oleh ibu sulis, saya capek sekali waktu itu sehingga saya langsung tidur, tanpa makan dulu.

Hari ketiga, kami juga bangun awal tetapi kami sudah disiapkan sarapan oleh Ibu Sulis, yaitu ayam kecap sedap manis. Kami kembali membantu sang keluarga membersihkan rumah dan setelah itu kami bergegas bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing di malang.

Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan LIVE IN di Desa Peniwen ini karena saya mendapat banyak pengalaman baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Saya juga senang karena dapat mengenal dan sedikit membatu keluarga Bapak Witcah dan istrinya.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari Live In, terutama:

Kebahagiaan tidak di peroleh dari apa yang kita miliki, tetapi dari kebersamaan yang kita miliki bersama keluarga, meskipun keluarga tidak berkecukupan.

Saling membantu dalam segala hal



Mensyukuri akan apa yang telah di berikan Tuhan kepada kita.

Live In oleh Priskila oktaviani putri -XIA2- 23

- Copyright © 2013 S.I.D - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -