Popular Post

Popular Posts

Posted by : Titi-Share ~ Christian ^^, Monday, November 11, 2013

Nama : Yuliana Kristanti
No : 33

Pada tanggal 31 Oktober-2 Nove
mber SMAK Santa Maria Malang mengadakan kegiatan live in untuk seluruh siswa kelas 11. Kegiatan live in tahun ini diadakan di Desa Peniwen, Kec. Kromengan. Kegiatan live in tahun ini bertemakan “DOCTORS THREE” yang merupakan singkatan dari Do Care to Others Through Experiencing Education yang dalam bahasa Indonesia berarti peduli kepada sesama melalui pengalaman hidup. Dalam kegiatan live in ini kita belajar untuk peduli kepada sesama terutama kepada orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung kita. Selain itu, kita belajar dan memperoleh pendidikan lewat pengalaman hidup yang kita jalani. Kegiatan live in ini sangat bermanfaat karena dapat mengembangkan karakter kita, terutama dapat mengembangkan kepekaan kita terhadap sesama.

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 31 Oktober adalah sebagai berikut

06.55-08.30 Misa

08.30-09.30 Final Briefing

09.30-10.00 Persiapan berangkat

10.00-11.30 Perjalanan menuju tempat live in

11.30-12.30 Perkenalan tentang Desa Peniwen dan program gereja

12.30-13.00 Makan siang

13.00-14.00 Penjelasan program dan tata tertib

14.00-15.00 Distribusi homestay

15.00-18.30 Berinteraksi dan mengenal keluarga

18.30-20.00 Petuwen (Doa setempat)

20.00-21.00 Berinteraksi-Istirahat



Pada hari pertama live in, sebelum berangkat menuju Desa Peniwen seluruh siswa SMAK Santa Maria mengikuti misa untuk memohon keselamatan bagi siswa-siswi kelas 11 dalam mengikuti kegitan live in. Setelah misa, acara dilanjutkan denganunt briefing kemudian foto per kelas bersama dengan wali kelas. Pukul 09.30 kami bersiap-siap uk berangkat, sebelum berangkat kami dibagikan snack dan buku live in sebagai panduan susunan acara dan sebagai refleksi. Kami berangkat menggunakkan truk tentara, dan ada 7 truk. Sehingga kami dibagi menjadi 7 kelompok truk.

Selama perjalanan kami saling mengobrol di truk bercanda gurau bersama. Satu setengah jam kemudian kami sampai di Peniwen, kami berkumpul di GKJW Peniwen. Sesampainya di sana kami disambut ramah oleh penduduk setempat. Di dalam gereja kami mendapat penjelasan tentang Desa Peniwen dan program gereja, lalu kami makan siang bersama. Setelah selesai makan siang kami diberi penjelasan program dan tata tertib. Setelah itu, kami pergi ke rumah homestay. Di Desa Peniwen hanya 3 dusun yang digunakan untuk homestay yaitu Dusun Kalongan, Kampung Tengah, dan Putukrejo. Selain itu, kami juga dibagi dalam kelompok-kelompok live in untuk menempati rumah homestay. Saya satu kelompok dengan Yola, Vian, dan Yessi. Kami mendapat rumah homestay di Dusun Kalongan

Sesampai di rumah homestay saya beserta teman-teman disambut ramah oleh keluarga tersebut. Di rumah yang kami tinggali hanya terdiri dari 2 orang yaitu Bu Arum pemilik rumah dan Mak Ning. Bu Arum menderita penyakit stroke sehingga beliau hanya bias berbaring di tempat tidur dan Mak Ning yang merawat dan membantu Bu Arum. Setelah berkenalan, kami menata barang bawaan. Ketika hari sudah sore kami membantu Mak Ning memasak untuk makan sore. Setelah masakan kami sudah matang, kami berempat makan, lalu kami bergantian untuk mandi.

Setelah itu kami bersiap-siap untuk mengikuti petuwen pada pukul 18.30. Petuwen adalah doa yang dilakukan setiap hari Kamis. Dalam petuwen kami mendapatkan penerangan iman. Setelah petuwen selesai, umat yang datang mendapatkan santapan malam. Setelah itu kami pulang. Di rumah, kami menemani Mak Ning mengobrol dan menonton TV, hari semakin larut dan kami pun pergi tidur.

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 1 November adalah sebagai berikut

04.00-07.30 Bangun dan membantu kegiatan sehari-hari

07.30-13.00 Outbond

13.00-17.30 Interaksi dengan anggota keluarga

17.30-21.00 Sarasehan

21.00-22.00 Api unggun

22.00- Istirahat



Pada hari kedua, kami berempat bangun pukul 4 pagi. Lalu kami membantu Mak Ning memasak, kami membagi tugas satu sama lain. Saya juga menyapu rumah dan teras depan. Lalu saya dan Yessi juda memberi makan ayam, sambil menunggu masakannya matang. Setelah matang, kami sarapan lalu berbincang-bincang sebentar di teras depan. Kemudian kami bergantian mandi dan bersiap-siap menuju gereja untuk mengikuti outbond.

Setelah sampai di gereja, kami baris sesuai dengan kelompok outbond. Kemudian kami mendapat tugas untuk membuat yel-yel per kelompok. Kami berangkat dari kelompok 1 kemudian disusul kelompok 2. Saya masuk dalam kelompok 5. Kami melewati jalan setapak, lalu kami juga melewati pematang sawah. Di sekeliling kami terbentang sampah yang luas dan hijau. Di outbond terdapat 5 pos pemberhentian, dan setiap pos terdapat game yang harus kami kerjakan. Setelah melewati 4 pos dan berjalan cukup jauh, walaupun melelahkan tetapi pemandangan yang ada di sekeliling sungguh indah dan asri. Kami sampai di pos 5 yang merupakan pos terakhir dan pos untuk istirahat. Setelah semua kelompok sampai di pos 5, kami menyantap makan siang yang sudah disediakan. Lalu kami pulang ke rumah homestay masing-masing.

Di rumah homestay, saya beristirahat sambil menunggu teman-teman yang lain pulang. Lalu kami beristirahat sambil berbincang-bincang ringan. Karena habis outbond, badan terasa panas dan kotor maka kami bergantian mandi. Hari sudah sore dan kami membantu Mak Ning memasak untuk makan sore. Setelah itu kami makan dan bersiap-siap pergi ke gereja untuk mengikuti sarasehan. Sarasehan adalah pencerahan iman khusus remaja, sehingga kami bergabung dengan remaja-remaja Peniwen. Setelah sarasehan selesai acara dilanjutkan dengan api unggun. Setiap kelas menampilkan pertunjukan yang menghibur. Acara sudah selesai dan hari sudah larut malam, kami pun pulang ke rumah homestay masing-masing dan beristirahat

Susunan acara kegiatan live in pada tanggal 2 November adalah sebagai berikut

04.00-07.00 Kegiatan sehari-hari

07.30-10.00 Kegiatan sehari-hari dan packing

10.00-11.30 Ramah tamah

11.30-12.30 Makan siang

12.30- Pulang



Pada hari ketiga kami bangun agak kesiangan karena acara kemarin benar-benar padat dan melelahkan. Tetapi kami tetap membantu Mak Ning memasak dan menyapu rumah. Setelah itu, kami makan lalu bersantai di teras depan. Setelah puas, kami bergantian mandi. Selesai mandi, kami pun packing dan mengucapkan perpisahan dengan Mak Ning serta mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik selama live in dan juga meminta maaf bila ada kesalahan. Lalu kami menuju gereja, di gereja kami beramah tamah dengan perwakilan Peniwen. Kemudian kami makan siang sambil menunggu truk datang, setelah truk datang kami pun pulang ke Malang.

Selama live in, saya menjadi sadar bahwa hidup yang saya miliki sekarang lebih dari cukup. Saya bersyukur atas berkat yang telah Tuhan berikan kepada saya, karena di luar sana masih banyak orang yang hidupnya kekurangan dan kurang beruntung. Selain itu, saya bersyukur atas alam yang telah Tuhan berikan dengan cuma-cuma dan dapat memenuhi kebutuhan kita. Selain itu, saya belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain terutama dengan orang-orang baru. Saya juga belajar dari masyarakat Peniwen tentang kerja keras, rasa kekeluargaan dan gotong royong. Live in selama 3 hari benar-benar berkesan bagi saya dan sangat bermanfaat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 S.I.D - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -