Popular Post

Popular Posts

Posted by : Titi-Share ~ Christian ^^, Monday, November 11, 2013

Nama : Sri Widayanti
No :  29

Pada 31 Oktober sampai dengan 2 November kami mengadakan kegiatan Live In. Yang pada tahun 
ini mengangkat tema “DOCTORS 3”. DOCTORS 3 kependekan dari Do Care To Others Through Experiencing Education. Dengan tema ini diharapkan kegiatan Live In pada tahun ini para siswa dapat memberikan kepeduliannya terhadap sesama dan dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat belajar melalui pengalaman yang mereka rasakan selama 3 hari 2 malam di Desa Peniwen. Menurut saya tema Live In pada tahun ini baik, dengan tema itu kami sebagai siswa harus dapat peduli dan merasa sama rasa dengan masyarakat di Desa Peniwen. Dengan tema ini kami dapat mengerti tujuan diadakannya kegiatan ini. Saya mencoba untuk menggali banyak pengalaman dari kegiatan ini, dan saya sadar bahwa pengalaman merupakan guru yang terbaik bagi kita. Dengan diadakan kegiatan ini, saya menjadi lebih mengerti dan ingin menghargai pemberian yang telah Dia berikan kepada kita. Dan saya sadar masih banyak yang tidak seberuntung saya. Kegiatan ini sangat berguna bagi saya, meskipun dalam prosesnya terkadang saya juga merasa sebal.
            Susunan Acara
Hari ke-1
Waktu
Urutan Kegiatan
06.55-07.30
Doa Rosario
07.30-09.00
Misa Penutupan Rosario dan Berkat untuk Live In
09.00-09.45
Breefing singkat tentang Live In
09.45-10.00
Persiapan berangkat
10.00-11.00
Berangkat
11.00-12.00
Perkenalan tentang Desa Peniwen dan program gereja
12.00-13.00
Makan Siang
13.00-14.00
Pengarahan untuk Live In
14.00-15.00
Distribusi ke home stay
15.00-15.15
Perkenalan dengan tuan rumah
15.15-18.30
Free time (berinteraksi dengan keluarga)
18.30-20.00
Doa Patuwen (doa lingkungan tiap hari Kamis)
20.00-21.00
Berinteraksi dengan keluarga
21.00
Istirahat


Hari ke-2
Waktu
Urutan Kegiatan
04.00-07.30
Kegiatan sehari-hari
08.00-13.00
Kegiatan Bersama (Out Bond)
13.00-17.30
Berinteraksi dengan keluarga
18.00-21.00
Sarahsehan di Gereja
21.00-22.00
Api Unggun
22.00
Istirahat

Hari ke-3
Waktu
Urutan Kegiatan
04.00-08.30
Kegiatan sehari-hari
08.30-09.00
Packing, perpisahan (terima kasih dan mohon maaf) dengan tuan rumah, lalu perjalanan menuju Gereja
09.00-11.30
Ramah Tamah
11.30-12.00
Makan Siang
12.00-13.30
Pulang



Dari kegiatan ini saya mengalami banyak sekali hal yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Pada hari pertama sebelum berangkat, kami melakukan Doa Rosario yang kemudian dilanjutkan dengan misa. Setelah misa usai, kita mendapat breefing singkat dari Bapak Kepala Sekolah. Setelah selesai breefing dan foto kelas, kita berangkat dengan menggunakan truk. Sesampainya disana kami diberi perkenalan tentang Desa Peniwen di gereja, tetapi sebelumnya kami makan siang terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dan pembagian homestay. Saat pembagian homestay kita harus berjalan cukup jauh, dengan bawaan yang banyak, terutama saya dapat rumah paling atas, itu membuat saya cukup untuk bad mood. Sesampainya di rumah betapa leganya kita, kemudian kita mulai memperkenalkan diri kami kepada pemilik rumah, mereka sangat baik sekali dengan kami, di rumah itu kami merasa sangat dimanja, bahkan lebih dimanja daripada di rumah sendiri.

Saat free time, kita mencoba untuk membantu menyiapkan makan malam. Sebenarnya saya kepingin keluar waktu itu, mengetahui teman-teman yang lain malah jalan-jalan. Ya, tapi karena sudah terlanjur membantu, tidak enak juga untuk tiba-tiba pergi, jadi ya hari itu sampai malam kami putuskan untuk di rumah membantu ibu. Saat malam harinya kami mengikuti kegiatan Patuwen, disana kami bertemu kembali dengan teman-teman, serasa rumah itu jadi penuh dengan anak-anak Santa Maria, sebenarnya saya jadi tidak enak juga karena kami duduk di dalam sedangkan warga malah duduk di luar. Ya tapi mau bagaimana lagi, sudah terlanjur, acara doa itu menggunakan bahasa jawa, dan dengan cara ibadat Kristen, jadi saya tidak dapat mengerti apa yang sedang diomongkan oleh mereka, dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, alhasil akhirnya kita hanya bisa mengikuti acara semengerti kita.

Setelah pulang dari Petuwen, sebenarnya saya sudah ingin beristirahat, tapi karena teman saya minta hpnya cepat dikembalikan, jadinya saya kembali ke gereja tempat perkenalan tadi siang. Di jalan itu merupakan pengalaman baru bagi saya, di tengah ketakutan saya pulang dan pergi cuma berdua dengan teman cewek pula, saat berdua jalan malam di desa sungguh tidak seperti kita di kota, kalau di kota jam sekian, jalanan masih sangat ramai, sedangkan di desa sudah tidak ada satu pun yang keluar dari rumah. Di desa itu juga banyak sekali anjing sehingga kita berdua sangat takut karena sudah malam, sekaligus pulang pergi harus berhadapan dengan banyak anjing yang menggonggong ke arah kita. Sesampainya di rumah kita berdua mandi keringat dan gemetaran, karena telah mengalami kejadian buruk pada malam pertama.

Dari kejadian itu membuat kita berdua tidak bisa untuk tidur sampai jam 12 malam, baru kita mulai dapat untuk terlelap. Hari kedua, pagi hari kami bangun pukul setengah 6, kemudian kami membantu ibu sebentar untuk membersihkan rumah, kemudian kami pun sibuk untuk bersiap-siap berangkat ke gereja. Hari kedua acara kita adalah outbond, tetapi kegiatan ini molor, sampai hampir siang, ya banyak sudah gerutuan yang telah kita ucapkan karena kemunduran jadwal ini, apalagi udara hari itu sangat panas sekali. Akhirnya outbond pun dimulai juga, saat badan sudah berkeringat karena panas dan rute yang lumayan panjang, di pos 1 kita disuruh untuk bermain air, hal ini juga membuat kesebalan tersendiri bagi saya. Kemudian dilanjutkan dengan menyambung permen karet pada pos 2, dan mengambil bola dengan sumpit tanpa boleh untuk menjatuhkan pipa pada pos 3, kemudian dilanjutkan dengan membuat gerabah pada pos 4. Outbond kali ini bagi saya tidak seberapa berkesan. Kemudian kita lanjut makan bersama di ladang. Saat makan saya tidak dapat duduk dengan nyaman karena kondisi tempat makan yang tidak muat untuk anak sebanyak itu. Setelah makan usai, kita harus pulang melewati rute yang sangat panjang dan melelahkan. Sesampainya di rumah, saya sudah sangat kecapekan, sehingga saya tertidur. Saat bangun, kita sudah harus bersiap-siap untuk mengikuti acara Sarahsehan. Pada acara tersebut, saya tidak dapat menangkap apa-apa karena sudah terlalu capek, banyak juga teman saya yang tidak mendengarkan, bahkan juga ada yang tidur. Setelah sarahsehan usai, kita melanjutkan acara pada hari itu dengan acara api unggun, pada acara ini ditampilkan penampilan-penampilan perwakilan kelas dan dance. Pada acara ini juga tidak terlalu berkesan bagi saya.

Setelah acara api unggun selesai, kami kemudian pulang ke homestay masing-masing. Sesampainya di homestay saya langsung tidur, karena sudah terlalu capek. Keesokan harinya pada hari ketiga di Desa Peniwen, saya bangun jam 6 pagi, kemudian saya melanjutkan membantu ibu membersihkan rumah, kemudian kita sudah bersiap-siap untuk pulang kembali ke Malang. Setelah selesai siap-siap, kita terus pergi ke gereja dengan membawa barang-barang kita. Di gereja kita melakukan ramah tamah, terus dilanjut makan siang, kemudian kembali ke Malang.

Dari kegiatan Live In ini banyak yang dapat saya ambil. Saya dapat mengerti bahwa apa yang kita ingin belum tentu yang terbaik untuk kita. Dan banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita, jadi janganlah kita mengeluh dengan apa yang tidak kita dapat. Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah kita miliki. Karna Tuhan selalu tahu apa yang kita rasa, apa yang kita butuh, dan apa yang terbaik untuk kita, Dia tidak pernah acuh tak acuh kepada kita, Dia selalu mendengarkan doa kita dari awal sampai akhirnya.





Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 S.I.D - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -