Popular Post

Popular Posts

Posted by : Titi-Share ~ Christian ^^, Monday, November 11, 2013

Nama : Carrey Clarisa Singli
No : 3

Kamis, 31 Oktober 2013 adalah hari dimana angkatan kelas 11 SMAK St. Maria akan mengadakan Live In ke Peniwen yang terdapat didaerah Kromengan, kabupaten Malang. Desan Peniwen juga terdapat tepat di tengah – tengah antara Blitar dan Malang. Tapi sebelumnya, kami mengikuti penutupan doa Rosario dan setelah itu mendapatkan beberapa pengarahan dari para guru dan kepala sekolah. Mereka memberikan pengarahan dan harapan mereka terhadap kami saat di Peniwen yaitu untuk bersikap yang sopan. Selain itu, mereka juga mengharapkan agar kami semua dapat bersosialisasi dan berinteraksi dengan warga Peniwen terutama dengan orang tua asuh kami disana, serta kami diharapkan dapat mengambil point terpenting dari diadakannya Live In ini. Setelah mendengar pengarahan tersebut, kami pun berfoto bersama dengan wali kelas masing – masing. Kemudian, kami bersiap untuk pergi ke Peniwen dengan menaiki truk masing – masing dan kebetulan saya mendapat truk pertama.

Perjalannya menurut saya cukup lama karena ini adalah pertama kalinya saya pergi ke Peniwen. Sepanjang perjalan menuju Desa Peniwen, semakin terlihat banayak pohon dimana – mana yang membuat saya berpikir bahwa desa Peniwen adalah tempat yang nyaman dan masih bersih udaranya. Setelah beberapa lama, kami pun sampai di Peniwen. Tempat ini terlihat tidak terlalu ramai, dan lumayan bersih. Kami lalu berkumpul di gereja GKJW Peniwen yang terdapat di tengah – tengah kampung. Desa Peniwen terdiri dari beberapa kampung yaitu Kalongan, Kampung Tengah, dan Purukrejo.

Setelah kami sampai dan beristirahat sejenak, kami kemudian diberikan perkenalan tentang profil Desa Peniwen dan budaya serta kebiasaan apa saja yang ada didesa itu. Ternyata, sanagat banyak sekali budaya yang masih dipertahankan disana dan itulah alasan kami mengadakan Live In di desa Peniwen untuk mengenal dan mempelajari budaya – buday yang masih kental itu. Salah satu kebiasaan yang akan dilakukan oleh warga Peniwen adalah acara Petuwen yaitu mengunjungi rumah tetangga dan mengadakan doa. Dan hal itu dilakukan tepat pada hari itu saat kami baru tiba disana.

Sesudah mendengar beberapa pejelasan, kami kemudian diberi makan siang. Lalu, kami dibawa ke Home Stay masing – masing. Yaitu tempat yang akan kami tempati selama kami berada di desa Peiwen. Perjalananya cukup melelahkan karena kami harus berjalan dibawah panas terik matahari yang sangat menyengat. Selain itu, juga karena kami harus membawa barang bawaan kami yang berat. Tidak lama kemudian, kami pun sampai di Home Stay kami di kampung Tengah tepatnya di rumah Pak Kuncoro, orang tua asuh kami.

Saya bersama ketiga teman lainnya yaitu Ika, Brenda, dan Bianca kemudian memberikan salam dan mulai berbincang – bindang dengan pemilik rumah atau Pak Kuncoro. Kami membicarakan banyak hal sampai kami lupa jika harus berristirahat. Pak kuncoro kemudian merasa kasihan dengan kami karena kami telah sangat lelah, dan menyuruh kami untuk beristirahat. Tapi, pada saat dikamar, kami merasa harus berkeliling untuk melihat teman – teman yang lain, tapi kami lalu mengurungkan niat karena kami diajak oleh kak Shinta, untuk mengambil buah salak. Kami kemudian mengikutinya pergi ke kebun salak yang ternyata berada disebelah rumah. Sangat menyenangkan bisa mengambil buah salah sendiri. Setelah itu, kami memintanya untuk pergi kesawah. Lalu kami diajak untuk pergi kesana. Pemandangan disana sangatlah bagus. Kami lalu menikmati pemandangan itu sebentar lali kembali kerumah dan mempersiapkan diri untuk pergi ke acara Patuwen dirumah salah satu warga kampung Tengah.

Kami kemudian pergi bersama dengan Pak Kuncoro dan kak Shinta. Sampai disana, kami mengikuti acara semacam doa bersama. Namun, ada hal baru yang sangat saya kagumi yaitu mereka melakukan ibadah dengan menggunakan bahasa Jawa Lama yang masih sangat kental. Meskipun saya juga tidak mengerti apa yang mereka katakana, tapi itulah yang menjadi pengalaman baru bagi saya karena dapat memdengarkan bahasa yang sangat asing bagi saya. Setelah ibadah itu selesai, kami kemudian pulang kerumah untuk beristirahat.

Jumat, 1 November 2013

Hari sudah berganti, dan kami haru bangun pukul 5.00 untuk membantu Pak Kuncoro bersama Ibu, untuk membersihkan rumah dan memasak. Brenda membantu membersihkan rumah sedangkan saya, ika, dan Bianca membantu kak shinta dan ibu untuk memasak. Sangat menyenagkan sekali dapat memasak sendiri. Lalu kami pun bersiap untuk pergi kegereja dan mengikuti acara selanjutnya yaitu outbound.

Selang beberapa lama, kami pun sampai di Gereja GKJW Peniwen untuk mengikuti outbound. Disana kami berkumpul lalu membagi kelompok sesuai dengan yang sudah ditentukan dan kami pun menuju ke temapat outbound. Kami melewati sawah dan sampai di pos pertama. Disana, kami memainkan game yaitu harus mengisi air sampai penuh pada pipa yang telah dilubangi. Meskipun gagal, tapi kami tetap senang. Lalu kami diberi permen karet dan melanjutkan perjalan kepos selanjutnya. Ternyata maksud dari diberikan permenkaret adalah untuk membuat benang menggunakan permen karet itu. Namun, kami tidak dapat membuatnya dengan benar dan kami dihukum dengan memberikan tinta hitam pada pipi kami. Lalu, kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai pada pos terakhir yaitu pos ke empat. Setelah itu, kami kembali berjalan hingga sampai disatu pondok untuk beristirahat dan makan siang disana.

Rasa lelah sangat terasa saat tiba dipondok itu. Karena kami harus menempuh jalan yang sangat jauh ditambah lagi harus berjalan dibawah panasnya terik matahari. Kami lalu makan siang disana dan sesudah itu, kami kembali kerumah atau ke Home Stay kami masing – masing. Smapai di Home Stay, kami lalu beristirahat karena kami semua merasa sangat lelah sekali. Kami kemudian langsung melepas semua rasa lelah dengan beristirahat dan juga mengingat jika nanti malam akan ada acara selanjutnya yaitu Sarah Sehan dan Api Unggun maka kami harus menjaga stamina.

Sore harinya saat bangun, saya merasa kurang enak badan dan akhirnya saya tidak jadi mengikuti acara yang harus dihadiri oleh semua siswa itu. Saya lalu diberi obat oleh ibu Leni dan guru – guru lainnya lalu datang dan mencari tahu keadaan saya. Ada juga seorang perawat yang datang dan memberikan beberapa obat dan memeriksa saya. Saya lalu diminta untuk beristihat dan tidak boleh mengikuti acara – acara tersebut. Namun saya meminta Pak Hendra untuk bisa mengikuti acara api unggun karena saya sangat ingin mengikuti acara itu. Pak Hendra akhirnya dapat memberikan saya ijin untuk mengikuti acara itu tapi tidak usah mengikuti acara Sarah Sehan yaitu pemberian refleksi dari panitia kepada para murid.

Setelah acara Sarah Sehan selesai, saya kemudian dijemput oleh Pak Heli dan Ibu Leni untuk pergi keacara Api Unggun. Kami kemuadian sampai dan saya lalu bergabung dengan teman – teman lainnya dan mengikuti acara itu hingga selesai. Kami kemudian pulang ke Home Stay masing – masing untuk beristirahat.

Sabtu, 2 November 2013

Pagi ini, kami bersiap – siap untuk kembali Malang. Sebelum berkumpul digereja, kami masih berbincang dengan Pak Kuncoro dan meminta terimakahsih atas semua hal yang telah dia lakukan selama kami berada di sana, dan juga atas kesediannya untuk menampung kami dirumahnya. Selain itu, kami juga meminta maaf jika kami banyak melakukan kesalahan dan juga karena telah banyak merepotkan selama disana. Begitupun dengan pak Kuncoro, dia juga meminta maaf atas segala kekurangannya bersama keluarga dan atas ketidaknyamanan kami selama disana. Dan yang membuat saya terharu adalah saat pak Kuncoro memberikan pesan kepada kami untuk masa depan kami. Lalu kami juga didoakan sebelum berangkat. Setelah pukul 9.00 kami lalu berkumpul di Gereja GKJW Peniwen untuk pulang. Kami lalu meninggalkan Pak Kuncoro bersama keluarga.



Setelah sampai digereja, kami lalu diberikan makan pagi. Kemudian, kami melakukan doa bersama serta mengucapkan terimakasih bagi para warga didesa Peniwen. Sesudah itu, kami diarahkan ketruk masing – masing untuk melakukan perjalanan kembali ke Malang. Perjalan terasa lebih cepat dari yang saya kira sebelumnya. Tidak lam kemudian, kami sudah sampai disekolah. Kemudian kami pulang kerumah masing – masing untuk beristirahat.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 S.I.D - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -